7 Hal Penting untuk Diajarkan kepada Anak

Menjadi orangtua adalah hal yang paling penting di dunia, mengajarkan anak 7 hal penting ini akan membantu ia tumbuh besar, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab.

1. Mencuci pakaian sendiri

Pada usia 12 tahun, anak sudah harus mampu mencuci pakaian sendiri. Ajar mereka bagaimana memilah pakaian, mencuci dengan tangan, mencuci dengan mesin cuci dan menjemur, dan menggosok dan melipat pakaiannya sendiri sampai rapi; hal ini juga penting selain ia mampu menggunakan komputer, internet dan main game online.

Jangan hanya memarahi anak yang sudah besar saat ia pulang dengan jeans dan pakaian yang kotor–mereka harus bertanggungjawab dan terlibat bagaimana mencuci jeans tersebut, bagaimana cara menghilangkan noda, tentu tidak semudah mencuci pakaian biasa.

2. Memasak yang sederhana

Ajar anak, baik lelaki maupun perempuan, cara memasak makanan sederhana. Karena manusia selalu perlu makan, keterampilan memasak pasti akan berguna kelak baginya bila tinggal jauh dari orangtua, untuk belajar maupun bekerja nantinya, atau saat ia membentuk keluarga baru dengan pasangannya. Dengan bisa masak sendiri, selain lebih hemat juga lebih sehat.

Mulailah dengan membiarkan anak merancang hendak makan apa hari ini, memberitahunya bahan-bahan masakan, belanja bersama dan biarkan ia memasak, dengan sedikit petunjuk dan bantuan anda. Ajak ia merapikan meja dan mencuci piring setelah makan. Pengalaman ini menyiapkan ia menjadi orang yang independen dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

3. Mempunyai Wang Saku Hasil Keringat Sendiri

Biarkan anak memiliki pekerjaan kecil yang tidak mengganggu waktu belajarnya, Seorang anak menghargai wang yang dihasilkannya sendiri dan belajar menggunakannya secara bijak.

Bila ia suka berjualan untuk menambah wang saku atau memberikan les privat pelajaran, atau dengan hobby yang ditekuninya dapat menghasilkan wang, atau misalkan ia membantu mencuci kereta sehingga papa tidak perlu ke bengkel lagi, memotong rumput dan menyiram bunga sehingga mama tidak perlu bantuan tukang kebun, hal ini juga boleh diberi wang saku tambahan untuk mereka.

Hal ini mengajarkan mereka tanggungjawab atas suatu pekerjaan dan mereka akan belajar standart kualiti untuk suatu pekerjaan, hasil baik dibayar baik, pelajaran memberi dan menerima.

4. Memilih teman yang baik

Pasangan pertama akan mempengaruhi seorang remaja untuk seluruh hidupnya. Itu bakal merupakan pengalaman positif atau negatif. Orangtua tidak dapat mengontrol secara detail hubungan pertemanan remaja, namun paling tidak orangtua dapat memberi contoh, untuk menghargai orang lain, toleransi pada pendapat berbeda, berpikiran terbuka dan easy-going.

Saat hubungan memburuk, orangtua harus suportif dan memberikan pengertian, jadi sebagai teman untuk curahan hati, jelaskan bahwa hal demikian adalah normal di usia mereka, dan merupakan pengalaman dari perjalanan hidup manusia.

5. Mengajarkan anak tentang Kesepakatan

Remaja harus memahami fakta bahwa kompromi (kesepakatan) adalah hal yang harus dilakukan, tidak boleh menuruti kemahuan sendiri (egois) dan memaksakan kehendak kepada orang lain. Misalnya, anak ingin pergi main basketball dan jalan-jalan ke mall bersama teman-temannya di akhir minggu, dan minta diantar ke rumah temannya itu.

Sedangkan anda juga ada rencana yang harus dilakukan, undangan pernikahan di malam hari yang harus dihadiri. Untuk mengakomodasi keperluan bersama, lakukan komunikasi untuk mencapai kesepakatan. Anda setuju untuk mengatarkan anak, namun si anak juga harus pulang tidak terlalu malam agar sudah di rumah sebelum anda pergi ke undangan pesta.

6. Belajar etiket sosial dan penghargaan pada siapapun

Bekali anak dengan sopan santun dan etiket sosial. Anak mencerminkan kehidupan di rumah, jadi “pendidikan” terbaik dalam hal ini adalah pada orangtua, bagaimana mereka memperlakukan pasangannya, pembantu rumah tangga, dan orang-orang di luar rumah.

Contohnya, saat di restoran, saat makanan datang, dahulukan orang yang lebih tua untuk mengambil makanan terlebih dahulu (kakek/nenek/orangtua), anak-anak jangan berisik atau berteriak di tempat umum karena bisa menggangu ketenangan orang lain. Saat ada yang mengirimkan hadiah ulang tahun, jangan lupa menelepon atau mengucapkan terima kasih.

Saat mengunjungi teman atau bertamu, harus berpakaian rapi dan sopan, atau membawa sedikit buah tangan, apalagi bila diundang makan/pesta, hargai bantuan orang dengan rasa terima kasih dan jangan melupakan balas budi, hargai orang-orang di sekitar kita seperti cleaning service, pembantu dan lainnya dengan respek yang setara.

7. Belajar berkawan dan memiliki komunikasi yang baik

Seseorang yang terlalu pendiam dan penyendiri, malas berkawan akan merasa tersisih. Bentuklah anak menjadi pribadi yang ramah, riang, terbuka dan selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu, toleransi terhadap perbedaan dan menjadi orang yang dapat dipercaya, mampu memaafkan dan rendah hati.

Advertisements

DOSA-DOSA YANG DIANGGAP BIASA : MENGENAKAN PAKAIAN PENDEK, TIPIS DAN KETAT

MENGENAKAN PAKAIAN PENDEK, TIPIS DAN KETAT

Di antara perang yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam pada zaman ini adalah soal model berpakaian. Musuh-musuh Islam itu menciptakan bermacam-macam model pakaian lalu dipasarkan di tengah-tengah kaum muslimin.

Ironisnya, pakaian-pakaian tersebut tidak menutup aurat kerana amat pendek, tipis atau ketat. Bahkan sebagian besar tidak dibenarkan dipakai oleh wanita meskipun di antara sesama mereka atau di depan mahramnya sendiri.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambarkan bakal munculnya pakaian semacam ini di akhir zaman, beliau bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا.

Dua (jenis manusia) dari ahli Neraka yang aku belum melihatnya sekarang iaitu; Kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga, bahkan tidak akan mendapatkan wanginya, padahal sungguh wangi Surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”( Hadits riwayat Muslim, 3/1680.)

Termasuk di dalam kategori ini adalah pakaian sebagian wanita yang memiliki sobekan panjang dari bawah, atau yang ada lubang di beberapa bagiannya, sehingga ketika duduk nampak auratnya.

Di samping itu, apa yang mereka lakukan juga termasuk menyerupai orang-orang kafir, mengikuti model serta busana jahat yang mereka buat. Kepada Allah kita memohon keselamatan.

Di antara yang juga berbahaya adalah adanya berbagai gambar buruk di pakaian, seperti: Gambar penyanyi, kumpulan muzik, botol dan cawan arak, Juga gambar-gambar makhluk yang bernyawa, salib, lambang-lambang persatuan dan organisasi-organisasi non Islam; Juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri, yang biasanya banyak ditulis dengan bahasa asing.

oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid

Pakai tudung macam pakai topi keledar

topi keledar menjaga keselamatan nyawa, tudung menjaga keselamatan akhlak.

Persoalan: knp ehh org bertudung skrg boleh senang2 menbonceng motor dgn lelaki..? mcm mn nk relate dgn statement “tudung menjaga keselamatan akhlak”?

sama seperti topi keledar. Ada keadaan2 tertentu yang topi keledar pun tidak mampu menyelamatkan nyawa pemakainya. Pelumba haram, pemandu laju dan pemandu cuai semuanya pakai topi keledar, tapi berkecai kepala bila di langgar.

maksudnya?

Ada yang lebih penting drp sekadar topi keledar untuk menyelamatkan nyawa pemandu motosikal. Antaranya memandu secara berhati2, jgn terlalu laju, mematuhi peraturan jalan raya, tidak memandu dlm keadaan mabuk..

Apa kaitan semua ini dgn tudung?

Nak jaga akhlak tu bukan hanya dengan bertudung. Ada yang lebih penting lg. Umpamanya, menjaga tingkah laku, tutur kata, pergaulan, selain masa dan tempat perempuan itu berada.

Contohnya??

kalau hanya bertudung, tingkah laku liar, pergaulan bebas, pandangan mata tidak dikawal, keluar hingga jauh-jauh malam, berada di tempat2 maksiat, maka tudung pun tidak akan mampu menjaga tingkah laku dan akhlak.

Pakai tudung dan menutup aurat 2 perkara berbeza. Ramai yang bertudung tapi tidak tutup aurat. Tutup aurat ada konsepnya, ada falsafahnya. Ia dibuat atas dasar iman, cara dan pelaksanaannya pula mengikut syariat dan tujuan akhirnya untuk mencapai akhlak.

Tapi orang yang tudung kekadang pandang hina orang yang tidak bertudung..Mengapa?

“Orang bertudung mungkin boleh menghina orang tak bertudung. Tetapi orang yang menutup aurat, jika benar2 dia menghayati konsep menutup aurat, dia tidak akan sekali-kali memandang hina kepada orang yang tidak bertudung”

Macam mana orang yang tidak bertudung, akhlaknya lebih baik daripada orang yang bertudung?

Bagi saya, dia umpama orang yang memandu dengan baik, berhemat dan cermat tetapi tidak memakai topi keledar. Di malaysia ni kalau tak pakai topi keledar salah di sisi undang2 sekalipun dia memandu dengan baik, tetap salah kalau tidak bertopi keledar. Bumi ALLAH ini ada undang2nya jugak kn?

YA ALLAH AZZA WAJALA, berikan Hidayah kepada hamba-MU…Ameen..

KELEBIHAN-KELEBIHAN BISMILLAH

KELEBIHAN-KELEBIHAN BISMILLAH

1. Yang pertama ditulis Qalam adalah BISMILLAH. Maka apabila kamu menulis sesuatu,
maka tulislah BISMILLAH pada awalnya kerana BISMILLAH tertulis pada setiap wahyu
yang Allah turunkan kepada Jibrail.

2. ‘BISMILLAH untukmu dan rumahmu, suruhlah mereka apabila memohon sesuatu dengan BISMILLAH.. Aku tidak akan meninggalkannya sekejap mata pun sejak BISMILLAH diturunkan kepada Adam. (Hadith Qudsi)

3. Tatkala BISMILLAH diturunkan ke dunia, maka semua awan berlari ke arah barat, angin terdiam, air laut bergelora, mendengarkan seluruh binatang dan terlempar semua syaitan.

4. Demi Allah dan keagunganNya, tidaklah BISMILLAH itu dibacakan pada orang sakit melainkan menjadi ubat untuknya dan tidaklah BISMILLAH dibacakan di atas sesuatu melainkan Allah beri berkat ke atasnya.

5. Barangsiapa yang ingin hidup bah agi a dan mati syahid, maka bacalah BISMILLAH setiap kali memulakan sesuatu perkara yang baik.

6. Jumlah huruf dalam BSMILLAH ada 19 huruf dan malaikat penjaga neraka ada 19
(QS.AL Muddatsir:30) .Ibnu Mas ‘ ud berkata: ‘ Sesiapa yang ingin Allah selamatkan dari 19 malaikat neraka maka bacalah BISMILLAH 19 kali setiap hari. ‘

7. Tiap huruf BISMILLAH ada JUNNAH (penjaga/khadam) hingga tiap huruf berkata, ‘ Siapa yang membaca BISMILLAH maka kamilah kekuatannya dan kamilah kehebatannya. ‘

8. Barangsiapa yang memuliakan tulisan BISMILLAH nescaya Allah akan mengangkat namanya di syurga yang sangat tinggi dan diampunkan segala dosa kedua orang tuanya.

9. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH maka akan bertasbihlah segala gunung kepadanya.

10. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, maka akan terpelihara dari gangguan syaitan, kecurian dan kebakaran, maut mendadak dan bala.

11. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada si pembaca.

Untuk apa punyai zuriat

UpinDanIpin_DiTanggaRumah

Mendapat cahaya mata dari baka sendiri cukup membahagiakan si ibu. Demikian juga si ayah. Lebih-lebih lagi saat menunggu kelahiran penyeri rumahtangga ini sudah terlalu lama. Si ibu rasa bangga kerana berjaya memenuhi hasrat suami dan keluarga. Bahkan, si ibu sendiri cukup puas dan bersyukur kepada Ilahi kerana dikurniakan anak yang diimpikannya.

Anak adalah anugerah Ilahi. Rezeki dan kurniaan dari Allah SWT kepada pasangan suami isteri. Semua pasangan secara fitrahnya berhajat dan sentiasa mengharapkan kurniaan ini. Sama ada pasangan yang Muslim mahupun bukan Muslim. Oleh itu, ibu bapa Muslim harus tahu menilai kurniaan ini. Anak adalah amanah Allah. Ibu bapa harus tahu hakikat ini. Ini tuntutan Islam. Ibu bapa yang tidak faham dan tidak tahu menilai anugerah ini akan mengabaikan kewajiban mereka. Tanggungjawab menjaga dan mendidik anak dianggap remeh.

Tidak semua orang yang berkahwin mudah dan cepat menimang cahaya mata. Allah yang menentukan dan mengurniakan amanah ini. Oleh itu, pasangan yang telah diizinkan oleh Allah mendapat anak mesti menjaganya dengan baik. Curahkan kasih sayang dan perhatian yang sebaik dan seimbang mungkin menurut perintah Allah dan didikan Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman, Dia memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis lelaki dan perempuan (kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (asy-Syura: 49-50).

Oleh itu, kita wajib menyambut anak yang lahir dengan penuh kesyukuran dan kasih sayang kerana ini nikmat dari Allah SWT. Nikmat yang akan menjadi penyeri rumahtangga. Membahagia dan menyenangkan hati suami. Apatah lagi si isteri. Firman Allah, Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). (al-Furqan: 74).

Allah SWT juga ada merakamkan doa hamba-hambanya yang mahukan pewaris perjuangan mereka. Misalnya, doa Nabi Zakaria, Ya Rabbi, kurniakan aku seorang anak yang baik di sisi Engkau. (ali Imran: 38). Anugerahkan aku seorang putera, yang akan mewarisi sebahagian keluarga Yakub. (Maryam: 5-6).

Bahkan, anak yang baik ini akan memberi manfaat kepada ibu bapa apabila kembali kepada Allah. Akhlaq Hussain pernah mengungkapkan, Anak-anak yang soleh akan menjadi sumber sedekah jariah bagi ibu bapa. Itupun jika anak-anak itu dididik, diasuh dan dijaga diri serta jiwa mereka dengan sempurna hingga menjadi mukmin yang sebenar. Hanya anak soleh yang melayakkan seorang ibu atau ayah memperolehi sedekah jariah di akhirat nanti.

Kita menyedari bahawa Allah SWT telah memerintahkan setiap Muslim supaya menjadikan diri sebagai manusia yang dikehendaki Allah iaitu rabbani. Allah berfirman, Hendaklah kamu menjadi manusia-manusia rabbani. (ali-Imran: 79). Ibu bapa mempunyai tugas berat mendidik anak-anak yang rabbani. Satu tanggungjawab yang suci untuk menghasilkan manusia-manusia yang hanya taat kepada Allah dan RasulNya. Amanah ini cukup berat, tapi ia akan ditanya oleh Allah kelak.

Rasulullah SAW bersabda, … .dan setiap suami adalah pemimpin bagi keluarganya. Ia akan diminta pertanggungjawabannya dan setiap isteri adalah pemimpin atas penghuni rumah dan anak suaminya, dan ia akan diminta pertanggungjawabannya.

Sehubungan itu, ibu bapa mesti memahami dan menunaikan setiap hak anak yang dipikulkan kepada mereka. Sabda Nabi, Hak anak ke atas ayahnya ialah memberinya nama yang baik, mengajarnya menulis, mengahwinkannya apabila sudah cukup umur dan mengajarnya al- Quran. (Riwayat al-Hakim & ad-Dailami).

Baginda SAW juga pernah bersabda, Tidak ada suatu pemberian yang lebih baik daripada seorang ayah kepada anaknya daripada budi pekerti yang baik. (Riwayat at-Tirmidzi).

Di samping itu, kasih sayang ayah dan ibu mesti diberi kepada anak-anak. Ini hak mereka. Perhatian dan kasih sayang mereka perlukan untuk menjadi insan rabbani. Akhlaq Hussain menulis, Seandainya ibu bapa tidak melayani anak-anak mereka dengan kasih sayang, bagaimanakah mereka mengharapkan anak itu berkelakuan baik kepada mereka?.

Oleh itu, mendidik anak-anak menjadi insan soleh adalah tanggungjawab dalam agama Islam. Ibu bapa tidak seharusnya gagal mendidik anak-anak di dunia ini. Jika gagal mendidik anak kerana lalai, maka beban yang berat akan dipikul di akhirat nanti. Allah SWT telah memperingatkan perkara ini menerusi firmanya, Wahai orang-orang yang beriman! Selamatkan diri kamu dan anggota keluarga kamu daripada api neraka. (at-Tahrim: 6).

Anak-anak adalah penyambung kehidupan keluarga dan penerus hasrat ibu dan ayah. Mereka mesti dididik agar menjadi anak yang soleh. Dipersiapkan untuk memikul dan melaksanakan tugas menyebar dan membela Islam. Merekalah yang mewarisi kerja-kerja kita yang belum selesai. Mereka mesti bertanggungjawab untuk menyambung tugas suci ini dengan lebih berkesan.

Oleh itu, cuba tanya diri kita. Seriuskah kita dalam kerja mendidik ini? Betulkah cara yang kita guna untuk mendidik, mengasuh dan menjaga anak-anak kita? Adakah kurniaan ini kita anggap beban? Atau orang yang diseru dan dididik kefahaman, kesedaran dan peribadi mereka? Inikah cara didikan yang disyariatkan oleh Allah SWT dan ajaran Nabi SAW?

LIMA BELAS BUKTI KEIMANAN

LIMA BELAS BUKTI KEIMANAN

Al-Hakim meriwayatkan Alqamah bin Haris r.a berkata, aku datang kepada Rasulullah s.a.w dengan tujuh orang dari kaumku. Kemudian setelah kami beri salam dan beliau tertarik sehingga beliau bertanya, “Siapakah kamu ini ?”

Jawab kami, “Kami adalah orang beriman.”

Kemudian baginda bertanya, “Setiap perkataan ada buktinya, apakah bukti keimanan kamu ?” Jawab kami, “Buktinya ada lima belas perkara. Lima perkara yang engkau perintahkan kepada kami, lima perkara yang diperintahkan oleh utusanmu kepada kami dan lima perkara yang kami terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?”

Tanya Nabi s.a.w, “Apakah lima perkara yang aku perintahkan kepada kamu itu ?”

Jawab mereka, “Kamu telah perintahkan kami untuk beriman kepada Allah, percaya kepada Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, percaya kepada takdir Allah yang baik mahupun yang buruk.”

Selanjutnya tanya Nabi s.a.w, “Apakah lima perkara yang diperintahkan oleh para utusanku itu ?”

Jawab mereka, “Kami diperintahkan oleh para utusanmu untuk bersaksi bahawa tidak ada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah, hendaknya kami mendirikan solat wajib, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menunaikan zakat dan berhaji bila mampu.”

Tanya Nabi s.a.w selanjutnya, “Apakah lima perkara yang kamu masih terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?” Jawab mereka, “Bersyukur di waktu senang, bersabar di waktu kesusahan, berani di waktu perang, redha pada waktu kena ujian dan tidak merasa gembira dengan sesuatu musibah yang menimpa pada musuh.” Mendengar ucapan mereka yang amat menarik ini, maka Nabi s.a.w berkata, “Sungguh kamu ini termasuk di dalam kaum yang amat pandai sekali dalam agama mahupun dalam tatacara berbicara, hampir sahaja kamu ini serupa dengan para Nabi dengan segala macam yang kamu katakan tadi.”

Kemudian Nabi s.a.w selanjutnya, “Mahukah kamu aku tunjukkan kepada lima perkara amalan yang akan menyempurnakan dari yang kamu punyai ? Janganlah kamu mengumpulkan sesuatu yang tidak akan kamu makan. Janganlah kamu mendirikan rumah yang tidak akan kamu tempati, janganlah kamu berlumba-lumba dalam sesuatu yang bakal kamu tinggalkan,, berusahalah untuk mencari bekal ke dalam akhirat.”

Adakah kita muslim yang istiqamah dalam ibadah harian?

Adakah kita muslim yang istiqamah dalam ibadah harian?

https://i2.wp.com/www.mezquitadegranada.net/conferencefriday/graphics/muslim_kids_praying.gif

*   Bukti istiqamah itu telah dirakam oleh Allah SWT dalam ayat 162 surah al-An’am yang bermaksud : Katakanlah (wahai Muhammad) “Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan sekelian alam”.

*   Istiqamah juga diungkapkan sebagai mencapai atau merealisasi perutusan kejadian manusia, perkara ini telah disebut oleh Allah dalam surah az-Zariyat ayat 56 yang bermaksud : “Tidak Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk menyembah (beribadat) kepada-Ku”.

*   Selain itu, istiqamah juga diertikan sebagai menerima segala hukum-hakam Allah dalam al-Quran dan apa yang dijelaskan oleh baginda Rasulullah s.a.w dengan pasrah dan bersungguh-sungguh, hakikat ini diperjelaskan oleh Allah menerusi ayat 36 surah al-Ahzab yang bermaksud : “Dan tidaklah patut bagi lelaki yang beriman dan tidak pula bagi wanita yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka”.

Justeru, kita perlu bertanya pada diri sendiri, apakah kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beristiqamah dengan amalan Islam, atau hanya berpura-pura atau menerima Islam separuh-separuh ataupun menerima Islam apabila sesuai dengan naluri, dengan kata lain, Islam tunduk pada kehendak kita, bukannya kita yang patut tunduk dan akur kepada segala ajaran Islam.

Penjelasan tanda beistiqamah dengan Islam

hir, seorang muslim itu melaksanakan segala perintah Allah yang wajib ditunaikan seperti pelaksanaan ibadat solat, puasa, haji, zakat, memakai hijab (tudung kepala) bagi muslimat, berakhlak mulia dan lain-lain.

Sementara dalam perkara batin pula, seorang muslim itu wajib beristiqamah dengan aspek ketuhanan dalam mentauhid (mengesakan) Allah, bertakwa kepada-Nya, takut kepada ancaman dan hukuman-Nya, mengharapkan keampunan dan rahmat hanya daripada-Nya dan banyak lagi.

Justeru menurut para ulama’, jika seseorang itu menzahirkan kepada manusia kebaikannya seperti banyak solat sunat, puasa sunat, suka menderma, suka tolong orang lain, berulang alik ke masjid, sedangkan dia tidak begitu, suka mengumpat, memfitnah orang, menuduh orang tanpa bukti kukuh, pakai tudung kepala pada masa tertentu, maka dia dikatakan tidak beristiqamah dengan Islam, atau paling tidak dikatakan istiqamahnya masih berkurangan. Kerana istiqamah itu tidak dapat dibuktikan pada amalan sehari dua, malah ia perlu berterusan tanpa niat untuk menunjuk-nunjuk pada orang lain, ia dilakukan atas dasar ikhlas kerana Allah SWT.

Jalan terbaik untuk mengekalkan istiqamah dengan Islam, ialah bersahabat dengan orang-orang yang baik-baik, apatah lagi mereka yang dapat mengingatkan diri kita kepada Allah SWT, menyuruh yang makruf, mampu pula mencegah kemungkaran, berdakwah dengan penuh hikmah, berakhlak mulia, tidak wujud sebarang kepentingan dunia, apa yang diharap hanyalah keredaan Allah, ia menepati seruan Allah menerusi ayat 28 surah al-Kahfi yang bermaksud : “

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru kepada Allah, di waktu pagi dan malam dengan mengharapkan keridaan-Nya, janganlah kamu berpaling dari mereka kerana mengharapkan perhiasan (habuan) kehidupan dunia ini, janganlah kamu mengikuti orang-orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami serta mengikut hawa nafsu, sesungguhnya urusan hidup mereka telah melampaui batas”.

Mudah-mudahan, kita mampu dan boleh berdoa kepada Allah SWT, agar menjadikan diri kita, isteri, anak-anak, adik-beradik, terlebih lagi kedua iba bapa kita, agar dimasukkan dalam kategori hamba Allah yang sentiasa dan kekal beristiqamah dengan Islam, berjuang kerananya dan mati pada jalannya, Amin.