Al-Waqi’ah ; Hari Kiamat : Balasan Orang Yang Beriman

Balasan kepada mukmin yang beriman paling dahulu

(al-Waqi’ah: 11-40)

11. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.

12. Berada dalam syurga kenikmatan.

13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian

15. Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahta emas dan permata,

16. Mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.

17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

18. dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir,

19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

20. dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,

21. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.

22. Dan ada bidadari-bidadari bermata indah,

23. laksana mutiara yang tersimpan baik.

24. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

25. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,

26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.

Balasan kepada Golongan Kanan

27. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

28. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,

29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

30. dan naungan yang terbentang luas,

31. dan air yang mengalir terus-menerus,

32. dan buah-buahan yang banyak,

33. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.

34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung(mereka di jadikan tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis),

36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.

37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.

38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,

39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.

40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.

Advertisements

DOSA-DOSA YANG DIANGGAP BIASA : MENGENAKAN PAKAIAN PENDEK, TIPIS DAN KETAT

MENGENAKAN PAKAIAN PENDEK, TIPIS DAN KETAT

Di antara perang yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam pada zaman ini adalah soal model berpakaian. Musuh-musuh Islam itu menciptakan bermacam-macam model pakaian lalu dipasarkan di tengah-tengah kaum muslimin.

Ironisnya, pakaian-pakaian tersebut tidak menutup aurat kerana amat pendek, tipis atau ketat. Bahkan sebagian besar tidak dibenarkan dipakai oleh wanita meskipun di antara sesama mereka atau di depan mahramnya sendiri.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambarkan bakal munculnya pakaian semacam ini di akhir zaman, beliau bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا.

Dua (jenis manusia) dari ahli Neraka yang aku belum melihatnya sekarang iaitu; Kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga, bahkan tidak akan mendapatkan wanginya, padahal sungguh wangi Surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”( Hadits riwayat Muslim, 3/1680.)

Termasuk di dalam kategori ini adalah pakaian sebagian wanita yang memiliki sobekan panjang dari bawah, atau yang ada lubang di beberapa bagiannya, sehingga ketika duduk nampak auratnya.

Di samping itu, apa yang mereka lakukan juga termasuk menyerupai orang-orang kafir, mengikuti model serta busana jahat yang mereka buat. Kepada Allah kita memohon keselamatan.

Di antara yang juga berbahaya adalah adanya berbagai gambar buruk di pakaian, seperti: Gambar penyanyi, kumpulan muzik, botol dan cawan arak, Juga gambar-gambar makhluk yang bernyawa, salib, lambang-lambang persatuan dan organisasi-organisasi non Islam; Juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri, yang biasanya banyak ditulis dengan bahasa asing.

oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid