Pernahkah anda memikirkan bahwa anda akan mati..?!

Pernahkah anda memikirkan bahwa anda
tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia
ini; dan anda telah diciptakan dari
sebuah ketiadaan?
Pernahkan anda berpikir bagaimana bunga
yang setiap hari anda lihat di ruang
tamu, yang tumbuh dari tanah yang hitam,
ternyata memiliki bau yang harum serta
berwarna-warni?
Pernahkan anda memikirkan seekor nyamuk,
yang sangat mengganggu ketika terbang
mengitari anda, mengepakkan sayapnya
dengan kecepatan yang sedemikian tinggi
sehingga kita tidak mampu melihatnya?
Pernahkan anda berpikir bahwa lapisan
luar dari buah-buahan seperti pisang,
semangka, melon dan jeruk berfungsi
sebagai pembungkus yang sangat
berkualitas, yang membungkus daging
buahnya sedemikian rupa sehingga rasa
dan keharumannya tetap terjaga?
Pernahkan anda berpikir bahwa gempa bumi
mungkin saja datang secara tiba-tiba
ketika anda sedang tidur, yang
menghancur luluhkan rumah, kantor dan
kota anda hingga rata dengan tanah
sehingga dalam tempo beberapa detik saja
anda pun kehilangan segala sesuatu yang
anda miliki di dunia ini?
Pernahkan anda berpikir bahwa kehidupan
anda berlalu dengan sangat cepat, anda
pun menjadi semakin tua dan lemah, dan
lambat laun kehilangan ketampanan atau
kecantikan, kesehatan dan kekuatan anda?
Pernahkan anda memikirkan bahwa suatu
hari nanti, malaikat maut yang diutus
oleh Allah akan datang menjemput untuk
membawa anda meninggalkan dunia ini?
Jika demikian, pernahkan anda berpikir
mengapa manusia demikian terbelenggu
oleh kehidupan dunia yang sebentar lagi
akan mereka tinggalkan dan yang
seharusnya mereka jadikan sebagai tempat
untuk bekerja keras dalam meraih
kebahagiaan hidup di akhirat?
Manusia adalah makhluk yang dilengkapi
Allah sarana berpikir. Namun sayang,
kebanyakan mereka tidak menggunakan
sarana yang teramat penting ini
sebagaimana mestinya. Bahkan pada
kenyataannya sebagian manusia hampir
tidak pernah berpikir.
Sebenarnya, setiap orang memiliki
tingkat kemampuan berpikir yang
seringkali ia sendiri tidak
menyadarinya. Ketika mulai menggunakan
kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta
yang sampai sekarang tidak mampu
diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka
di hadapannya. Semakin dalam ia
berpikir, semakin bertambahlah kemampuan
berpikirnya dan hal ini mungkin sekali
berlaku bagi setiap orang. Harus
disadari bahwa tiap orang mempunyai
kebutuhan untuk berpikir serta
menggunakan akalnya semaksimal mungkin.
Seseorang yang tidak berpikir berada
sangat jauh dari kebenaran dan menjalani
sebuah kehidupan yang penuh kepalsuan
dan kesesatan. Akibatnya ia tidak akan
mengetahui tujuan penciptaan alam, dan
arti keberadaan dirinya di dunia.
Padahal, Allah telah menciptakan segala
sesuatu untuk sebuah tujuan sebagaimana
dinyatakan dalam Al-Qur’an:

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan
bumi dan apa yang ada antara keduanya
dengan bermain-main. Kami tidak
menciptakan keduanya melainkan dengan
haq, tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui.” (QS. Ad-Dukhaan, 44: 38-39)
“Maka apakah kamu mengira, bahwa
sesungguhnya Kami menciptakan kamu
secara main-main (saja), dan bahwa kamu
tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
(QS. Al-Mu’minuun, 23:115)

Oleh karena itu, yang paling pertama
kali wajib untuk dipikirkan secara
mendalam oleh setiap orang ialah tujuan
dari penciptaan dirinya, baru kemudian
segala sesuatu yang ia lihat di alam
sekitar serta segala kejadian atau
peristiwa yang ia jumpai selama
hidupnya. Manusia yang tidak memikirkan
hal ini, hanya akan mengetahui
kenyataan-kenyataan tersebut setelah ia
mati. Yakni ketika ia mempertanggung
jawabkan segala amal perbuatannya di
hadapan Allah; namun sayang sudah
terlambat. Allah berfirman dalam
Al-Qur’an bahwa pada hari penghisaban,
tiap manusia akan berpikir dan
menyaksikan kebenaran atau kenyataan
tersebut:

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka
Jahannam; dan pada hari itu ingatlah
manusia, akan tetapi tidak berguna lagi
mengingat itu baginya. Dia mengatakan,
“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu
mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku
ini.” (QS. Al-Fajr, 89:23-24)

Padahal Allah telah memberikan kita
kesempatan hidup di dunia. Berpikir atau
merenung untuk kemudian mengambil
kesimpulan atau pelajaran-pelajaran dari
apa yang kita renungkan untuk memahami
kebenaran, akan menghasilkan sesuatu
yang bernilai bagi kehidupan di akhirat
kelak. Dengan alasan inilah, Allah
mewajibkan seluruh manusia, melalui para
Nabi dan Kitab-kitab-Nya, untuk
memikirkan dan merenungkan penciptaan
diri mereka sendiri dan jagad raya:

“Dan mengapa mereka tidak memikirkan
tentang (kejadian) diri mereka?, Allah
tidak menjadikan langit dan bumi dan apa
yang ada di antara keduanya melainkan
dengan (tujuan) yang benar dan waktu
yang ditentukan. Dan sesungguhnya
kebanyakan di antara manusia benar-benar
ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.”
(QS. Ar-Ruum, 30: 8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: